Kapita Selekta Humas dan Public Relations

1. Internal Publik
Internal publik yaitu publik yang berada di dalam organisasi/ perusahaan seperti supervisor, karyawan pelaksana, manajer, pemegang saham dan direksi perusahaan.
2. Eksternal Publik
Eksternal publik secara organik tidak berkaitan langsung dengan perusahaan seperti pers, pemerintah, pendidik/ dosen, pelanggan, komunitas dan pemasok

3. Media-Media Humas
1. Press Relation
Siaran pers adalah sebuah tulisan ataupun rekaman yang ditujukan langsung pada media massa dengan tujuan untuk mengumumkan sesuatu yang memiliki nilai berita agar dipublikasikan di media massa. Dalam strukturnya, pada bagian akhir siaran pers biasanya terdapat latar belakang (bahasa Inggris:backgrounder), dimana di bagian ini berisi uraian singkat informasi yang bermanfaat sebagai penopang bagi tulisan wartawan.
Pada umumnya siaran pers dikirimkan via pos, via fax, ataupun dikirimkan melalui surat elektronik kepada para editor dari semua surat kabar, majalah, stasiun-stasiun radio; televisi dan jaringannya. Terkadang siaran pers tunda dikirimkan dalam rangka undangan untuk menghadiri "Konferensi pers

2. Media Relation
Media Relation dalam PR William F. Arens (1999:310) mendefinisikan Public Relations sebagai sebuah fungsi manajemen yang memfokuskan diri pada membangun/ mengembangkan relasi serta komunikasi yang ilakukan individual maupun organisasi terhadap publik guna menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Publik yang dimaksud dari definisi di atas menurut Arens ada tujuh kategori publik, yaitu para Employe es-Stoc kholders-Communities-Media-Government-Investment Community- customers

3. Liber PR
Media bias mengacu pada bias dari wartawan dan produsen berita di media massa dalam seleksi yang peristiwa dan cerita yang dilaporkan dan bagaimana mereka ditutupi. Istilah "media bias" menyiratkan atau luas bias meresap melanggar standar jurnalisme , bukan perspektif seorang wartawan individu atau artikel. Arah dan derajat bias media di berbagai negara secara luas diperdebatkan. Praktis keterbatasan untuk netralitas media meliputi ketidakmampuan wartawan untuk melaporkan semua cerita dan fakta yang tersedia, dan persyaratan bahwa fakta-fakta yang dipilih dihubungkan menjadi narasi yang koheren. Karena tidak mungkin untuk melaporkan segala sesuatu, selektivitas tidak bisa dihindari. Pemerintah pengaruh, termasuk terbuka dan rahasia sensor , bias media di beberapa Negara

4. TUJUAN PELAKSANAAN KEGIATAN PUBLIC RELATION
1. Pembentukan citra
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian citra adalah: (1) kata benda: gambar, rupa, gambaran; (2) gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi atau produk; (3) kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frase atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa atau puisi; (4) data atau informasi dari potret udara untuk bahan evaluasi.

a. Citra bayangan (mirror image). Citra ini melekat pada orang dalam atau anggota-anggota organisasi––biasanya adalah pemimpinnya––mengenai anggapan pihak luar tentang organisasinya.
b. Citra yang berlaku (current image). Adalah suatu citra atau pandangan yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi.
c. Citra yang diharapkan (wish image). Adalah suatu citra yang diinginkan oleh pihak manajemen.
d. Citra perusahaan (corporate image). Adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar citra atas produk dan pelayanannya.
e. Citra majemuk (multiple image). Banyaknya jumlah pegawai (individu), cabang, atau perwakilan dari sebuah perusahaan atau organisasi dapat memunculkan suatu citra yang belum tentu sama dengan organisasi atau perusahaan tersebut secara keseluruhan.

2. Citra Positif Dan Negatif
Institusi yang baik dan menempati hati atau tertanam dalam benak (mindset) para pelanggan adalah institusi yang mempunyai Citra Positif, setiap citra positif yang ditampilkan oleh institusi terhadap publiknya membuat publik (pelanggan) ”meletakkan” keyakinannya pada institusi tersebut. PR juga mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai ”jembatan” antara institusi dengan publiknya (pelanggannya) kerangka kerja yang positif.
Rekayasa, atau dalam bahasa asalnya kita kenal dengan engineering, memang memiliki konotasi negatif ketika dikaitkan dengan masalah citra. Setidaknya, itulah yang terjadi dalam persepsi masyarakat Indonesia. Menariknya, istilah “rekayasa citra” begitu lekat pada profesi Public Relations dan politik. Rekayasa dipersepsikan sebagai hal yang negatif karena dikesankan sebagai upaya mengubah sesuatu demi kepentingan diri sendiri ataupun pihak tertentu.
Seberapa jauh rekayasa menjadi negatif, tentu masing-masing pihak punya alasan tersendiri. Namun, masalahnya bukanlah terletak pada urusan rekayasa itu negatif atau positif. Masalahnya lebih terletak pada persepsi tentang profesi Public Relations dan politik itu tadi. Maklum, baik Public Relations maupun politisi dipersepsikan suka melakukan rekayasa yang manipulatif.

5. Penerapan Kegiatan PR
1. PR untuk Bisnis
Public Relations adalah lebih dari sekedar metode pengontrol kerusakan-perusahaan besar. Kontrol yang digunakan ketika mereka mengalami kesulitan. Ini juga merupakan pendekatan sehari-hari untuk melakukan bisnis bahwa semua perusahaan harus memasukkan ke dalam rencana pemasaran mereka. Ini hanya berlaku untuk usaha kecil seperti pada orang lain, dan tanpa pendekatan cerdas untuk PR, sisa bisnis Anda bisa menderita.

PR meningkatkan kesadaran
Ada beberapa hal yang PR dapat lakukan untuk perusahaan. Pertama dan terpenting, PR meningkatkan kesadaran dari bisnis Anda. Ini berbeda dari pemasaran tradisional di mana Anda bergantung pada iklan, SEO, dan dari mulut ke mulut untuk membantu menyebarkan berita tentang bisnis Anda. Ini merupakan pendekatan yang lebih komprehensif yang melibatkan memperlakukan bisnis Anda sebagai sebuah perusahaan berita yang berarti sesuatu di luar hanya membuat uang atau menjual barang. Untuk kepentingan peningkatan kesadaran, semua perusahaan harus memiliki strategi yang berkaitan dengan siaran pers. Setiap saat ada pengembangan utama dengan bisnis Anda, apakah Anda memulai, menawarkan produk baru, atau membuka kantor baru, Anda harus membuat siaran pers. Berkat internet, siaran pers sekarang lebih penting daripada sebelumnya, mereka mendapatkan kata keluar tentang perusahaan Anda dan juga berkontribusi SEO Anda.

PR memperoleh loyalitas
Sementara itu, masyarakat aspek hubungan PR adalah apa yang Anda mendapatkan rasa hormat dan loyalitas dari pelanggan Anda. Apakah kamu seorang bisnis lokal atau Anda melakukan sebagian besar penjualan Anda melalui web, memiliki dampak positif pada masyarakat Anda membuat Anda menjadi bisnis yang orang ingin bekerja dengan. Tentu saja, ada banyak cara untuk melakukan ini-Anda dapat mengatur aktivitas masyarakat, memberikan amal, atau membuat upaya publik untuk menjadi hijau. Apa pun yang Anda memilih untuk melakukannya, setiap perusahaan harus memiliki beberapa jenis usaha pro-komunitas di tempat.

PR mendapat investor
Jika Anda akan memikat investor baik dalam waktu dekat atau lebih lanjut di telepon, maka Anda tidak ingin mengabaikan PR. profil publik adalah salah satu dari banyak hal yang investor mempertimbangkan ketika memutuskan apakah akan memasukkan uang ke dalam perusahaan. Jika bisnis Anda sudah hampir tidak ada keberadaan umum atau lebih buruk lagi, memiliki citra publik negatif, maka Anda akan sulit sekali menemukan orang yang bersedia untuk memberikan kontribusi terhadap pendanaan Anda.
Sebelum Anda melangkah lebih lanjut dengan bisnis Anda, pertimbangkan hubungan investor memasang sebuah halaman di situs Anda dan memupuk link positif untuk diletakkan di sana, entah itu berita, siaran pers, atau positif menyebutkan perusahaan Anda di blog atau outlet lainnya.

PR membantu menarik dan mempertahankan bakat-bakat
Mungkin Anda tidak melakukan banyak mempekerjakan, tapi di masa depan, jika Anda memutuskan untuk membawa beberapa bantuan yang baru, maka akan menguntungkan Anda jika karyawan potensial Anda memiliki kesan positif terhadap apa yang Anda lakukan. Perusahaan dengan reputasi yang buruk cenderung menarik karyawan yang buruk, sedangkan perusahaan-perusahaan yang dianggap baik ada orang menggedor pintu-pintu untuk bekerja untuk mereka.

PR untuk Organisasi
Sebetulnya memformulasikan apa peran PR dalam organisai bukanlah hal yang mudah. Beberapa penulis mencoba memetakan bahwa pada dasarnya peran PR dalam sebuah organisasi adalah sebagai berikut:

1. Communication Tehnician
Beberapa praktisi memasuki dunia PR ini sebagai teknis. Pada tahap ini kemampuan jurnalistik dan komunikasi sangat diperlukan. PR diarahkan untuk berperan menulis, menulis news letter, menulis in house journal, menulis news release, menulis feature, dll. Biasanya praktisi dalam peran ini tidak hadir pada saat manajemen menemui kesulitan. Mereka tidak dilibatkan dalam manajemen sebagai pengambil keputusan. Peran mereka lebih ke arah penulisan tools dan mengimplementasikan program. Mereka sebagai "the last to know"

2. Expert Prescriber
Praktisi PR sebagai pendefinisi problem, pengembang program dan memeiliki tanggungjawab penuh untuk mengimplementasikannya. Mereka sebagai pihak yang pasif. Manajer yang lainnya menyerahkan tugas komunikasi sepenuhnya ke tangan si "komunikasi" ini sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaan mereka yang lainnya.Tampaknya bangga karena PR semacam ini dianugerahi kepercayaan tinggi tetapi karena tidak adanya keterlibatan top manajemen dalam peran PR maka PR seolah terisolir dari perusahaan. Ia sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Di pihak manajemen mereka juga menjadi sangat tergantung kepada PR nya. Mereka menjadi minim komitmen kepada tugas – tugas PR, padahala seperti diketahui seharusnya tugas PR harusnya dilakukan oleh semua orang yang ada dalam sebuah perusahaan,
Dalam hal diffusi peran dan fungsi PR sehingga mereka paham spirit perlunya PR bagi perusahaan menjadi rendah dan tidak akan tersosialisasi bahkan terburuk akan hilang kepercayaan top manajemen akan fungsi PR bagi sebuah organisasi. Hal ini akan terjadi apabila top manajemen banyak merasa dikecewakan oleh PR yang dianggap mereka sebagai pakar

3. Communication Facilitator
PR sebagai pendengar setia dan broker informasi. Mereka sebagai penghubung, interpreter dan mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka mengelola two way communicationnya dengan cara membuka rintangan komunikasi yang ada/yang terjadi. Tujuannya dalam hal ini adalah untuk menyediakan kebutuhan dua belah pihak akan informasi, membuat kesepakatan yang melibatkan minat keduabelah pihak.
Para pelaku dengan peran ini menempatkan dirinya sebagai sumber informasi dan sebagai kontak antara organisasi dan publiknya. Sebagai wasit dari interaksi, memantapkan agenda yang akan didiskusikan antara dua belah pihak, menyimpulkan pandangan, bereaksi terhadap kasus, membantu partisipan mendiagnosa masalah, membantu menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan komunikasi. Mereka menjadi boundary spanner antara perusahaan dan publiknya. Mereka bekerja di bawah asumsi bahwa two way communication mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan organisasi dan publik dalam hal prosedur, kebijakan, serta tindakan lain yang berhubungan dengan minat kedua belah pihak.

4. Problem Solving Facilitator
Mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dalam manajemen stratejik perusahaan. Bergabung dengan konsultan mulai dari awal direncanakan program hingga evaluasinya. Membantu manajemen menerapkan PR sebagai tahapan fungsi manajemen yang sama dengan kegiatan manajemen yang lain.

5. PR untuk Pelanggan Eceran
Sesi spesialis untuk Pemasaran akan memasuki mendalam dalam aspek strategis dan operasional dari perencanaan pemasaran: yaitu metode untuk mengumpulkan kebutuhan pelanggan, kriteria segmentasi yang berbeda, bagaimana menentukan target dan menciptakan posisi yang berbeda, bagaimana mengelola portofolio produk, pengelolaan dukungan anggaran, daerah yang berbeda PR dan Komunikasi yang relevan untuk industri.

6. PR untuk Usaha Kecil dan Menengah
Fokus utama Umum dan Corporate Relations Office adalah untuk mengelola hubungan masyarakat dan perusahaan urusan kegiatan universitas yang akan bermanfaat bagi penghuni UKM, sektor publik dan perusahaan, masyarakat lokal dan internasional.
Hubungan masyarakat dan urusan perusahaan dari universitas adalah layanan penting, terus berkembang untuk menghadapi tantangan dalam memajukan studi pendidikan tinggi dan keprihatinan terkait. Sebuah kantor kompeten dan waspada yang melakukan terencana dan sistematis upaya hubungan masyarakat akan meningkatkan kepercayaan publik UKM dan meningkatkan visibilitas UKM dan citra nasional dan internasional.

7. PR untuk Agama dan Kelompok Agama
Agama memiliki peran yang penting disini. Tidak bisa dipungkiri, isu telah menjadi masalah agama. Hans Kung, seperti dikutip Benyamin Intan dalam buku Public Religion-nya, berbicara mengenai dua sisi agama. Pertama, peran pasif dan negatif: agama harus berjuang agar tidak menjadi sumber konflik. Agama harus menahan diri dan waspada, untuk menghindar dari kemungkinan memicu konflik yang bisa merusak kedamaian. Sejarah menunjukkan bagaimana agama, dibalik wajah damainya, kapanpun bisa berubah menjadi sesuatu yang mengerikan dan menakutkan. Bagaimanapun, wajah mengerikan dari agama bukanlah wajah sejatinya. Motivasi dan keinginan rekonsiliasi antara berbagai kelompok agama, mencerminkan sisi lain agama, peran aktif dan positif agama. Kung sangat optimis bahwa agama memiliki kontribusi signifikan dalam perdamaian dunia.

8. PR untuk Instansi Pendidikan
Perkembangan dunia pendidikan semakin maju. Hal itu ditandai dengan kualitasdan kuantitas lembaga pendidikan yang semakin membaik. Kesuksesan dan keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran semua komponen-komponen pendidikan yang mampu menjalankan fungsidan tugasnya masing-masing dengan baik. Sebuah sistem yang baik maka akan menghasilkan proses yang baik dan hasil yang dicapai pun akan baik pula. Disilah letak vital dari pada peran humas dalam mensosialisasikan sebuah lembaga pendidikan kepada masyarakat.
Dalam rangka membangun kepercayaan masyrakat, humas eksternak memiliki tugas yang tidak ringan. Membangun dan mempertankan stigma sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung kepada kontribusi humas eksternal lembaga yang bersangkutan. Oleh karena itu, perlu kiranya kita mengetahui apa itu humas eksternal dan hal-hal yang terkait dengannya.

9. PR untuk instansi Pemerintah
Fungsi dan peran hubungan masyarakat (public relations) lembaga pemerintahan dinilai lamban dan relatif gagal dibandingkan dengan fungsi hubunganmasyarakat pada perusahaan swasta. "Fungsi public relation (PR) instansi pemerintahan selama ini masih bersifat searah. Humas pemerintah cenderung menjalankan fungsi penerangan, tetapi tidak menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah," ungkap Noke Kiroyan, Ketua International Public Relation Association (IPRA) Indonesia, di sela-sela acara Public Relation Week kemarin.

Banyak praktisi PR hanya sebagai pesuruh Selain itu, katanya, masih banyak instansi pemerintah tidak mempekerjakan orang-orang berlatar kehumasan. Akibatnya komunikasi menjadi tidak efektif. Namun, sampai sekarang belum ada riset untuk mengetahui efektivitas fungsi kehumasan di lembaga pemerintahan.

10. PR untuk Partai Politik
Public Relations adalah fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan berbagai publiknya.(Cutlip, Center & Brown, 2000:4).
Partai Politik adalah analog dari pemasaran komersial dengan menggunakan saluran dari komunikasi massa, di lingkungan dimana warga negara layaknya konsumen yang memilih “brand” yang sangat banyak.(McNair, 1999:7)

Menurut James Carey dalam Buku Komunikasi Politik Dan Nimmo , Public Relations dalam Partai Politik adalah seorang makelar simbol, orang yang menerjemahkan sikap, pengetahuan, dan minat suatu komunitas bahasa yang lain yang berbeda tetapi menarik dan dapat dimengerti. Seorang PR dalam partai menghubungkan golongan elit dalam organisasi atau komunitas manapun dengan khalayak umum, PR menghubungkan dua komunitas bahasa yang dibedakan pada tingkat struktur sosial yang sama. (Dan Nimmo, 2005:33)

11. PR untuk Badan Profesi
Humas sebagai ilmu. Tentunya kini sudah banyak perguruan tinggi di banyak negara di belahan bumi ini yang menyelenggarakan pendidikan tinggi humas untuk jenjang diploma (D-3), magister (S-2), dan doktor (S-3). Begitu pun di Indonesia sudah sampai jenjang magister (S-2), kendati hanya subpro-gram studi atau konsentrasi dari program studi komunikasi dan jenjang doktor (S3), kendati hanya penajaman dalam tugas akhir (disertasi) dari program studi komunikasi untuk program doktor. Humas sebagai profesi. Kini hampir semua sektor kehidupan memerlukan sentuhan humas. Baik itu dunia bisnis, industri, perdagangan, lembaga swadaya masyarakat, lembaga sosial, organisasi massa, organisasi politik, lembaga pemerintah, militer, pesantren, maupun lainnya, sudah memiliki departemen atau divisi humas.
Humas sebagai profesi. Bahkan kini bermunculan perusahaan-perusahaan jasa konsultan humas karena humas sudah menjadi industri. Konon, Presiden Clinton, selain memiliki humas Gedung Putih, juga dikelilingi sedikitnya lima konsultan humas swasta. Ketika Clinton melakukan kampanye presiden dalam suatu acara gelar wicara (fatf show), ia diatur sedemikian rupa agar performance hingga kaus kakinya jangan sampai tersorot kamera televisi ketika acara itu berlangsung.Kondisi serupa pun terjadi di Indonesia. Ketika pemilihan langsung calon legislatif dan pemilihan presiden, banyak kandidat menggunakan jasa konsultan humas agar meraup dukungan dan simpati publik atau masyarakat sehingga terpilih menjadi anggota legislatif (DPR, DPD, DPRD) dan presiden.

read more

Pengertian dan Fungsi Komunikasi Terapeutik

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yg direncanakan secara sadar, bertujuan dan dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Komunikasi terapeutik mengarah pada bentuk komunikasi interpersonal. Northouse (1998: 12),
komunikasi terapeutik adalah kemampuan atau keterampilan bidan untuk membantu pasien beradaptasi terhadap stres, mengatasi gangguan psikologis, dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain. Stuart G.W. (1998),
komunikasi terapeutik merupakan hubungan interpesonal antara bidan dengan pasien, dalam hubungan ini bidan dan pasien memperoleh pengalaman belajar bersama dalam rangka memperbaiki pengalaman emosional pasien.

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang mendorong proses penyembuhan klien (Depkes RI, 1997). Dalam pengertian lain mengatakan bahwa komunikasi terapeutik adalah proses yang digunakan oleh perawat memakai pendekatan yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan pada klien.

Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antara perawat dengan klien. Persoalan yang mendasar dari komunikasi ini adalah adanya saling membutuhkan antara perawat dan klien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan klien, perawat membantu dan klien menerima bantuan.

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien (Purwanto,1994). Teknik komunikasi terapeutik merupakan cara untuk membina hubungan yang terapeutik dimana terjadi penyampaian informasi dan pertukaran perasaan dan pikiran dengan maksud untuk mempengaruhi orang lain (Stuart & sundeen,1995).

Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien. Persoalan mendasar dan komunikasi in adalah adanya saling membutuhan antara perawat dan pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan (Indrawati, 2003 : 48). Komunikasi terapeutik bukan pekerjaan yang bisa dikesampingkan, namun harus direncanakan, disengaja, dan merupakan tindakan profesional. Akan tetapi, jangan sampai karena terlalu asyik bekerja, kemudian melupakan pasien sebagai manusia dengan beragam latar belakang dan masalahnya (Arwani, 2003 50).

2. Fungsi-fungsi Komunikasi Terapeutik
Fungsi komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan mengajarkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien. Perawat berusaha mengungkap perasaan, mengidentifikasi dan mengkaji masalah serta mengevaluasi tindakan yang dilakukan dalam perawatan (Purwanto, 1994).
Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif untuk pasien, membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri. Kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan perawat-klien, Bila perawat tidak memperhatikan hal ini, hubungan perawat-klien tersebut bukanlah hubungan yang memberikan dampak terapeutik yang mempercepat kesembuhan klien, tetapi hubungan sosial biasa.

Manfaat Komunikasi Terapeutik adalah :
  • Untuk mendorong dan menganjurkan kerjasama antara bidan-pasien.
  • Mengidentifikasi, mengungkap perasaan dan mengkaji masalah serta mengevaluasi tindakan yang dilakukan bidan.
  • Memberikan pengertian tingkah laku pasien dan membantu pasien mengatasi masalah yang dihadapi.
  • Mencegah tindakan yang negatif terhadap pertahanan diri pasien.

read more

Promosi Penjualan Perjanjian

Pengertian Penjualan
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan.


Menurut Winardi (1982), penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil pemasaran.

Hubungan Promosi Dengan Penjualan
Dalam kegiatan pemasaran yang sangat kompleks dan saling berkaitan yang satu dengan yang lainnya, seperti promosi dan penjualan hendaknya dikelola dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu laba. Promosi berfungsi untuk meningkatkan volume penjualan juga sebagai strategi untuk menjangkau pembeli untuk melakukan pertukaran. Sedangkan penjualan adalah pemindahan barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual. Pada umumnya perusahaan yang ingin mempercepat proses peningkatan volume penjualan akan melakukan untuk mengadakan kegiatan promosi melalui iklan, personal selling, dan publisitas.

Apabila volume penjualan dirasakan cukup besar sesuai dengan yang diinginkan serta cukup mantap, maka umumnya perusahaan menurunkan kegiatan promosi atau sekedar mempertahankannya. Meskipun demikian seringkali perusahaan dalam menurunkan kegiatan promosi diikuti pula oleh penurunan penjualan. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa kemungkinan, misalnya penurunan promosi tersebut perlu ditinjau kembali. Peninjauan tentang keputusan promosi tersebut hendaknya dilakukan dalam skop yang luas, dengan demikian penyajian penetapan kebijakan promosi yang kurang tepat dapat dihindarkan.

Promosi Penjualan
Menurut Basu Swastha. (1999) Istilah penjualan sering digunakan secara sinonim dengan istilah promosi meskipun yang dimaksud promosi. Penjualan hanya meliputi kegiatan pemindahan barang/jasa atau penggunaan penjual saja, dan tidak terdapat kegiatan periklanan atau kegiatan lain yang ditujukan untuk mendorong permintaan. Jadi, penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan promosi.
Sedangkan menurut Indriyo G. (1994) promosi penjualan adalah merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkannya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.
Menurut Lamb, Hair dan McDaniel (2001) promosi penjualan adalah kegiatan komunikasi pemasaran, selain dari pada periklanan, penjualan pribadi, dan hubungan masyarakat, dimana insentif jangka pendek memotivasi konsumen dan anggota saluran distribusi untuk membeli barang atau jasa dengan segera, baik dengan harga yang rendah atau dengan menaikkan nilai tambah.
Sasaran promosi penjualan biasanya lebih mempengaruhi perilaku dibandingkan dengan sikap. Pembelian segera adalah tujuan dari promosi penjualan, terlepas bentuk apapun yang diambil. Karena itulah, kelihatannya lebih masuk akal ketika merencanakan suatu kampanye promosi penjualan untuk target pelanggan sehubungan dengan perilaku umum. Misalnya, apakah konsumen loyal terhadap produk anda atau terahadap produk pesaing anda? Apakah konsumen akan berpindah merek guna mencari kesepakatan yang lebih baik? Apakah konsumen hanya akan membeli produk paling kurang mahal saja, tidak peduli apapun? Apakah konsumen membeli setiap produk ketegori produk sama sekali? (Lam, Hair dan McDaniel, 2001).

Promosi penjualan terdiri dari kumpulan kiat insentif yang berbeda-beda, kebanyakan berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian yang lebih cepat dan/atau lebih besar dari suatu produk/jasa tertentu oleh konsumen atau pelanggan tersebut (Kotler, 2000).
Menurut Teguh Budianto dan Fandy C. (1997) promosi penjualan alat promosi yang merupakan perangsang bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian, umumnya bersifat jangka pendek. Promosi penjualan dapat bersifat individu maupun non individu.

Berdasarkan sasarannya, promosi penjualan dapat diklasifikasi menjadi:
1.Promosi konsumen, misalnya produk sampel, kopun berhadiah, hadiah langsung, potongan harga, jaminan, garansi, pelayanan purnajual, demostrasi, dan sebagainya
2.Promosi dagang, misalnya kredit pembelian, hadiah pembelian, periklanan bersama, pajangan bersama, kontes penjual, dan sebagainya.
3.Promosi bisnis, misahiya sponsor pertunjukkan, demostrasi dan peragaan dalam pertunjukkan dagang, kontes penjualan, hadiah penjualan dalam tebakan dan permainan dan sebagainya.

Tujuan Promosi Penjualan
1.Tujuan promosi penjualan intern.
Salah satu tujuan promosi penjualan adalah untuk mendorong karyawan lebih tertarik pada produk dan promosi perusahaan. Adapun tujuan internalnya adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan moral karyawan, melatih karyawan, kerjasama, serta semangat bagi usaha promosinya. Promosi penjualan juga menambah dan melengkapi kegiatan-kegiatan bagian humas dengan memberikan beberapa peralatan dan materi yang diperlukan untuk melaksanakan program humas internal. Sebagai contoh: slide, filim, brosur, dan selebaran.

2.Tujuan promosi penjualan perantara.
Usaha-usaha promosi penjualan dengan perantara (pedagang besar, pengecer, lembaga perkreditan, dan lembaga jasa) dapat dipakai untuk memperlancar atau mengatasi perubahan-perubahan musiman dalam pesanan, untuk mendorong jumlah pembelian yang lebih besar, untuk mendapatkan dukungan yang luas dalam saluran terhadap usaha promosi, atau untuk memperoleh tempat serta ruang gerak yang lebih baik.

Untuk mengatasi fluktuasi yang bersifat musiman dalam pesanan, misalnya ditawarkan kepada perantara dua unit gratis apabila ia membeli 10 unit, atau memberika potongan musiman 25%. Teknik promosi semacam ini dapat mendorong jumlah pembeh’an yang lebih besar.

3.Tujuan promosi penjualan konsumen.
Promosi penjualan konsumen dapat dilakukan untuk mendapatkan orang yang bersedia mencoba produk baru, untuk meningkatkan volume per penjualan (seperti, mendapat potongan 20% apabila membeli satu produk), untuk mendorong penggunaan baru dari produk yang ada, untuk menyaingi promosi yang dilakukan oleh pesaing dan untuk mempertahankan penjualan. Jadi, promosi penjualan perusahaan yang ditujukan pada konsumen dapat dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu:

a.Kegiatan yang ditujukan untuk mendidik atau memberitahukan konsumen,
b.Kegiatan yang ditujukan untuk medorong para konsumen.

Untuk memberitahukan konsumen, perusahaan dapat menyediakan buku kecil, mengadakan demonstrasi, menawarkan jasa konsultasi. Sedangkan untuk mendorong konsumen, perusahaan dapat memberikan contoh barang atau hadiah. Sering publisitas juga dilakukan untuk membangkitkan daya tank promosi seperti ini (Basu, 1999).

read more

Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi

Pengetahuan bukan merupakan ilmu. Terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi bagi suatu pengetahuan yang kredibel, atau memenuhi syarat-syarat ilmiah antara lain harus bersifat empiris, verivikatif, non-normatif, transmissible, general, dan explanotory. Ilmu Komunikasi merupakan Ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataanya kepada manusia lain. Sebagai ilmu, komunikasi memiliki objek kajian yaitu usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataannya kepada manusia lain. Manusia bukan saja menyampaikan isi pernyataan kepada manusia tetapi juga kepada yang bukan manusia sepertibinatang, tumbuhan-tumbuhan dan benda-benda.


Hanya makhluk yang punya akal budi saja yang mampu memahami hasil penggunaan akal dan budi manusia sebagaimana adanya.Dengan menggunakan akal dan budinya ini manusia dapat memberikan jawaban kepada manusia lain yang menyampaikannya. Pengertian lain, Ilmu komunikasi merupakan ilmu terapan dari kelompok ilmu sosial. Sebab, menurut ilmuwan, ilmu ini bersifat indisipliner karena objek materialnya sama dengan ilmu-ilmu yang lain, terutama yang masuk ilmu sosial.
Ilmu komunikasi adalah salah satu disiplin yang masuk dalam kelompok ilmu komunikasi dapat menjadi 4 (empat) periode diantaranya :
1. "Tradisi retorika" yang dimulai sejak zaman yunani kuno
2. Periode antara tahun 1900-PD ke II yang dapat disebut sebagai periode Pertumbuhan
Ilmu Komunikasi.
3. Periode setelah PD ke II sampai tahun 1960an. Periode ini biasanya disebut periode
Konsolidasi.
4. Periode Teknologi Komunikasi yang dimulai dari tahun 1960an sampai sekarang



1. Perkembangan Ilmu Komunikasi di zaman kuno
Komunikasi adalah konteks arti yang berlaku sekarang ini memeng belum dikenel saat itu. Istilahnya yang berlaku pada zaman tersebut adalah "Retorika". Disebutkan bahwa pada zaman kebudayaan mesir kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemi dan Ptah- Hotep. Namun demikian tradisi retorika sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani kuno dengan perintisnya Aristoteles (Golden, 1978). Lebih lanjut Aristoteles menyatakan bahwa retorika mencangkup 3 unsur yakni:
• ethos (kredibilitas sumber),
• pathos (hal yang menyangkut emosi/perasaan), dan
• logos (hal yang menyangkut fakta).
Pokok-pokok pikiran Aristoteles dikembangkan oleh Cicero dan Quintilian mereka menyusun aturan retorika yang menyangkut 5 unsur:
• Inventio (urutan argumentasi)
• Dispesitio (pengaturan ide)
• Eloqutio (gaya bahasa)
• Memoria (ingatan), serta
• Pronunciatio (cara penyampaian pesan).
Perkembangan komunikasi sebagai ilmu selalu dikaitkan dengan aktifitas retorika yang terjadi di zaman Yunani kuno, sehingga menimbulkan pemahaman bagi pemikir-pemikir barat bahwa perkembangan komunikasi pada zaman itu mengalami masa kegelapan (dark ages) karena tidak berkembang di zaman Romawi kuno. Dan baru mulai dicatat perkembangannya pada masa ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg (1457). Sehingga masalah yang muncul adalah, rentang waktu antara perkembangan ilmu komunikasi yang awalnya dikenal retorika pada masa Yunani kuno, sampai pada pencatatan sejarah komunikasi pada masa pemikiran tokoh-tokoh pada abad 19, sangat jauh. Sehingga sejarah perkembangan ilmu komunikasi itu sendiri terputus kira-kira 1400 tahun. Padahal menurut catatan lain, sebenarnya aktifitas retorika yang dilakukan pada zaman Yunani kuno juga dilanjutkan perkembangan aktifitasnya pada zaman pertengahan (masa persebaran agama). Sehingga menimbulkan asumsi bahwa perkembangan komunikasi itu menjadi sebuah ilmu tidak pernah terputus, artinya tidak ada mata rantai sejarah yang hilang pada perkembangan komunikasi. Makalah ini ingin mengangkat zaman persebaran agama yang berlangsung antara rentang waktu tersebut (zaman pertengahan) menjadi bagian dari perkembangan ilmu komunikasi. Sehingga zaman pertengahan menjadi jembatan alur perkembangan komunikasi dari zaman yunani kuno ke zaman renaissance, modern, dan kontemporer.

Perkembangan Ilmu Komunikasi di zaman Modern
1. PERIODE PERTUMBUHAN: 1900 – PERANG DUNIA KE II
Pada awal abad ke-19, sedikitnya ada tiga perkembangan penting yang terjadi. Pertama, adalah telepon, telegrap, radio, TV, dan lain-lain. Kedua, pecahnya Perang Dunia I dan II memberi bentuk dan arah pada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini. Aspek-aspek yang diteliti mencakup penggunaan teknologi baru dalam pendidikan formal, keterampilan komunikasi, strategi komunikasi instruksional, serta reading dan listening. Sementara di bidang penelitian komunikasi komersial, dampak iklan terhadap khalayak serta aspek-aspek lainnya yang menyangkut industri media mulai berkembang sejalan dengan tumbuhnya industri periklanan dan penyiaran (broadcasting). Jerman dan Perancis, merupakan pusat intelektual terkemuka di dunia

2. PERIODE KONSOLIDASI : PD II – 1960an
Periode setelah Perang Dunia II sampai tahun 1960an disebut sebagai periode konsolidasi (Delia, dalam Berger dan Chaffee, 1987). Karena pada masa ini konsolidasi dari pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial bersifat multidisipliner (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi. Kristalisasi Ilmu Komunikasi ditandai oleh 2 hal :
Adanya adopsi perbendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam. Munculnya buku-buku yang membahas tentang pengertian komunikasi telah menjadi suatu pendekatan yang lintas disipliner dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lainnya. Sedikitnya ada 7 pokok diantaranya : Claude E. Shannon, Norbert Wiener, Harold Lasswell. Institute of communication Research yang didirikan Schramm di Illinois pada tahun 1947, merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi yang pertama di Amerika Serikat. Sementara itu dua tokoh lainnya yakni : Claude E. Shannon dan Norbert Wiener disebut sebagai insinyur-insinyur komunikasi. Istilah Mass Communication (Komunikasi Masa) dan Communication Research (Penelitian Komunikasi) mulai banyak dipergunakan. Cakupan bidang studi komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam empat bidang tataran : komunikasi intrapribadi, komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok dan organisasi, dan komunikasi macro-sosial serta komunikasi massa.


3. PERIODE TEKNOLOGI KOMUNIKASI : 1960an – Sekarang
Sejak tahun 1960an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada
spesialisasi. Menurut Rogers (1986) perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah mulai memasuki periode take off (tinggal landas) sejak tahun 1950. Periode masa sekarang juga disebut sebagai periode teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa faktor sebagai berikut:
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi seperti komputer, VCR, TV Cable parabola. Tumbuhan industri media yang nampaknya tidak hanya bersifat nasional tetapi juga regional dan global. Ketergantungan terhadap situasi ekonomi dan politik global/internasional khususnya dalam konteks center periperhy. Semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di seluruh negara. Semakin meluasnya proses demokratisasi ekonomi dan politik.

Arus penyebaran dan pemusatan informasi regional dan global (misalnya transborder data flow), aspek-aspek politik dan ekonomi informasi, kompetisi antar industri media, dampak sosial dari teknologi interaktif seperti komputer, komunikasi manusia mesin, dampak telekomunikasi terhadap hubungan antar budaya, serta aspek-aspek yang menyangkut manajemen informasi. Pendekatan disiplin ekonomi mulai diterapkan, karena disadari bahwa informasi dimasa sekarang ini merupakan yang mempunyai nilai tambah.

Referensi :
1. Effendi, Onong Uchjana. (1993). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT.Citra Aditya bakri. Hal. 2-7.
2. Prajarto, Nunung. (2002). Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: Komunikasi, Akar Sejarah dan Buah Tradisi Keilmuan. Yogyakarta: ……..?
3. http://www.anneahira.com/ilmu/ilmu-komunikasi.htm
4. http://abdiaghoenk.multiply.com/journal/item/21/sejarah_ilmu_komunikasi.html

read more

10 Ciri Wanita Yang Baik Untuk Dijadikan Istri

Ciri-ciri Wanita Yang Baik Untuk Dijadikan Istri. Istri itu untuk mendampingi hidup kita sampai kita meninggal, istri beda dengan pacar, kalau pacar kan bisa ganti ganti. langsung saja ya gan dibawah ini ane sebutin ciri wanita yg baik untuk dijadikan istri:

1. Taat beragama
Agama adalah salah satu pegangan hidup untuk kita manusia. Taat kepada agama juga menunjukan kalau si Cewek akan taat terhadap kamu. Bukan berarti kamu bisa semena-mena terhadap dia dan menyuruh si Cewek untuk menuruti apapun yang kamu mau, tapi taat beragama menunjukan bahwa si Cewek juga mempunyai prinsip hidup yang baik dan yang dia tekuni. Dan usahakan cari istri yang berkerudung


2. Lemah-lembut
Coba perhatikan cara Cewek berbicara kepada teman-temannya. Apakah dia selalu suka bernada keras, teriak-teriak, atau malah sopan dan selalu lembut dalam berkata-kata? Ciri-ciri inilah yang mencerminkan di mana cara si Cewek akan berbicara kepada kamu dan keluargamu nantinya.

3. Perhatian
“Kok dia bisa ingat dengan ulang tahun orang tuaku?” ujar kamu. Itu adalah pertanda bagus. Dia benar-benar perhatian akan hal-hal kecil seperti itu. Padahal, kalian belum menikah. Sehabis kamu pulang kerja, makananpun sudah tersedia. Saat kamu sedang sakit, dia memasakan bubur untuk kamu. Hal-hal kecil seperti itulah yang akan membantu dan memperkuat hubungan kamu. Bukankah Cowok juga memang suka diberi perhatian lebih dari si Cewek?

4. Penyabar
Kamu telat untuk kencan dengan si Cewek tapi si Cewek tidak marah sama sekali saat kamu datang dan dia sudah menunggu 25 menit kelaparan. Kenapa sabar itu ciri-ciri yang baik? Coba pikirkan kalau anda sedang dalam situasi apa saja yang berbau negatif; kesabaran itu akan membantu suasana itu tidak menjadi lebih buruk. Coba bayangkan kamu sedang kencan dengan Cewek yang tidak sabar. Sedikit-sedikit dia marah karena kamu tidak tepat waktu, berbuat sedikit kesalahan. Kencan yang seharusnya senang-senang malahan menjadi pengalaman buruk.

5. Sederhana
Perhatikan apakah si Cewek kamu suka berlebihan di depan teman-temannya. Apakah dia suka memamerkan tas baru yang baru dia beli hari itu juga? Orang yang suka pamer dan tidak sederhana menunjukan kalau si Cewek itu tidak percaya diri; ada kekurangan yang dia punya dan ingin menutupinya dengan memamerkan sesuatu yang lebih dari dia. Ini sifat yang tidak bagus untuk para Cowok.

6. Jaga kecantikan
Tidak berarti Cewek itu harus tampil cantik, tapi menjaga kecantikan itu juga berarti itu Cewek tahu bagaimana caranya menjaga dan merawat dirinya sendiri. Jikalah anda sedang berkencan dengan dia, perhatikanlah “make-up” yang dia pakai. Apakah terlalu berlebihan sehingga menarik perhatian orang-orang lain di sekitar anda? Apakah dia memakai rok mini yang berlebihan? Jaga kecantikan itu berarti menjaga penampilan secukupnya dan sewajarnya di saat dan tempat yang benar.

7. Dewasa dan bijaksana
Cowok suka dengan Cewek yang bijaksana dan bersikap dewasa. Di saat kesusahan, Cowok akan membutuh bantuan dari seorang Cewek yang dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

8. Hemat
Cowok mana yang mau punya Cewek bermaterialistis? Nanti kalau kamu sudah berkeluarga dengan Cewek tersebut, dia akan menghabiskan uang untuk belanja baju-baju yang tidak perlu. Coba perhatikan dari cara dia menghabiskan uangnya sekarang. Apakah dia termasuk orang yang hemat, pelit, atau hura-hura?

9. Keibuan
Cewek kalau senang bermain dengan anak kecil, bisa menggendong bayi, menunggu mereka tidur, dan sebagainya. Inilah tanda-tanda dari Cewek yang bisa kamu bayangkan saat mereka menjadi istri kamu. Dia akan menjadi seorang ibu yang pandai di dalam rumah tangga.

10. Tabah menderita dan mau bekerja keras
Inilah salah satu ciri-ciri dari Cewek yang agak susah dicari. Mengapa? Cewek sudah terbiasa dengan tradisi di mana Cowok yang mencari uang. Di masa-masa sulit, Cewek biasanya tidak terbiasa untuk bekerja keras untuk keluarga. Jikalau kamu sudah menemukan Cewek yang tabah menderita dan mau bekerja keras, hargailah dia.

Referensi :

- http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7065212 (Thanks to agan wachidR
)

read more